Ridwan, Muhammad Choirul (2024) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tingkeban Tujuh Bulanan di Desa Puhti Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.
|
Text
101190228_MUHAMMAD CHOIRUL RIDWAN_HKI .pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
ABSTRAK
Ridwan, Muhammad Choirul. 2024. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tingkeban Tujuh Bulanan di Desa Puhti Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi. Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing. Mohammad Harir Muzakki, M.H.I.
Kata kunci/ keyword: tradisi, tingkeban, hukum islam, ‘urf
Tradisi tingkeban adalah kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Puhti secara turun-temurun. Ketika ada wanita hamil tujuh bulan mereka selalu melakukan tradisi tingkeban. Masyarakat desa puhti percaya bahwa tingkeban akan membawa kebaikan bagi ibu dan anaknya. Namun, perlu diketahui bahwa dalam ajaran agama Islam tidak ada aturan khusus yang menyatakan bahwa tradisi tingkeban harus dilakukan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses pelaksanaan tingkeban tujuh bulanan pada wanita hamil di Desa Puhti Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi? (2) Bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap prosesi tingkeban mengenai makna tingkeban tujuh bulanan untuk wanita hamil di Desa Puhti Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi?
Adapun skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field reseach) yang menggunakan pendekatan sosiologis. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang bersifat interaktif serta dilakukan secara terus menerus dalam setiap tahap penelitian, sehingga dapat diperoleh data yang akurat mengenai tradisi tingkeban.
Penelitian ini menyimpulkan (1) proses dalam tradisi tingkeban dimulai dari siraman, memasukkan telur ayam kampung, brojolan kelapa gading, membelah kelapa gading, menjual rujak, dan diakhiri dengan selametan. (2) Tradisi tingkeban di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, adalah praktik turun-temurun yang dipercaya dapat melindungi ibu hamil dan bayi dari hal-hal yang tidak diinginkan, sambil memohon keslametan dan keberkahan. Meskipun zaman berubah, mayoritas masyarakat tetap menjalankan tradisi ini dengan menyesuaikan prosesnya agar sesuai dengan ajaran Islam. Para tokoh masyarakat menilai tingkeban sebagai persiapan spiritual, simbol syukur, dan sarana memperkuat solidaritas. Meskipun tidak diatur secara eksplisit dalam hukum Islam, tingkeban tidak bertentangan dengan ajaran agama, asalkan tidak mengandung unsur syirik. Tradisi ini termasuk dalam kategori 'Urf al-‘amali dan al-'urf al-‘am, dan selama dilaksanakan dengan doa dan rasa syukur kepada Allah, tradisi ini dapat terus dilestarikan tanpa melanggar syariat Islam
Item Type: | Thesis (Undergraduate (S1)) |
---|---|
Thesis Supervisor: | Mohammad Harir Muzakki |
Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified |
Divisions: | Fakultas Syariah > Jurusan Hukum Keluarga Islam |
Depositing User: | Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo |
Date Deposited: | 07 Jun 2024 11:13 |
Last Modified: | 07 Jun 2024 11:13 |
URI: | http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/28159 |
Actions (login required)
View Item |