Analisis Fatwa MUI No.12 Tahun 2009 Tentang Standart Sertifikasi Halal Terhadap Pemotongan Sapi di RPH Rita Jaya Beef Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupten Ponorogo

Mahardika, Dwi Wahyu Ika (2020) Analisis Fatwa MUI No.12 Tahun 2009 Tentang Standart Sertifikasi Halal Terhadap Pemotongan Sapi di RPH Rita Jaya Beef Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupten Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
DWI WAHYU IKA MAHARDIKA 210215138.pdf

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK
mahardika, dwi wahyu ika. 2020. Analisis Fatwa MUI No.12 Tahun 2009 Tentang Standart Sertifikasi Penyembelihan Halal Terhadap Pemotongan Sapi Di RPH Rita Jaya Beef Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Shofwatul Aini, M.S.I
.
Kata Kunci: Fatwa MUI No.12 Tahun 2009, Standart Penyembelihan Halal, RPH Rita Jaya Beef.

Pemotongan hewan secara baik dan benar belum tentu menjamin produk daging yang dihasilkan halal sepenuhnya. Di rumah potong hewan (RPH) Rita Jaya Beef Ponorogo telah mempelajari tata cara pemotongan hewan secara syariat yang baik dan benar, tetapi karena kelalaian para karyawan yang menjadikan kurang sempurnanya standart pemotongan halal yang terdapat pada fatwa MUI No.12 Tahun 2009. Dalam prakteknya penjagal kadang lalai dalam pemotongan hewan, yang menyebabkan produk daging tidak sempurna kehalalannya. Hal ini tidak sejalan dengan apa yang ditetapkan dalam Fatwa MUI No. 12 Tahun 2009.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditarik beberapa rumusan masalah, antara lain yaitu: (1) Bagaimana analisis Fatwa MUI No.12 Tahun 2009 Tentang Standart Sertifikasi Penyembelihan Halal terhadap proses pemotongan sapi di RPH Rita Jaya Beef Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo, (2) Bagaimana analisis Fatwa MUI No.12 Tahun 2009 Tentang Standart Sertifikasi Penyembelihan Halal terhadap pengolahan karkas sapi di RPH Rita Jaya Beef Desa Pijeran Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo.
Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data adalah menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini dianalisis dengan metode induktif, yakni proses berfikir dari fakta empiris yang didapat dari lapangan (berupa data lapangan) yang kemudian dianalisis, ditafsirkan dan berakhir dengan kesimpulan terhadap permasalahan berdasarkan pada data lapangan tersebut.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa: (1) Proses pemotongan sapi ada yang tidak sesuai dengan Fatwa MUI No.12 Tahun 2009, yaitu karena kelalaian karyawan yang kurang teliti dalam melakukan praktek stunning, dan mengakibatkan hewan mati sebelum disembelih, itulah yang menjadikan produk daging diragukan kehalalannya. Namun jika tidak sengaja lupa untuk mengucapkan asma Allah atau basmallah, hal itu dapat dimaafkan karena adanya keringanan dalam Islam. (2) Proses pengolahan kurang sesuai dengan apa yang ada dalam Fatwa MUI No.12 Tahun 2009, karena pemotongan yang kurang teliti mengakibatkan diragukannya kehalalan karkas. Dan juga para karyawan tidak memisahkan karkas yang benar kehalalannya dan yang diragukan kehalalannya. Padahal jika produk halal yang sudah tercampur dengan produk haram, maka sifatnya akan ikut berubah menjadi haram.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Shofwatul Aini
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Muamalah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 09 Mar 2020 03:26
Last Modified: 09 Mar 2020 03:26
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/8831

Actions (login required)

View Item View Item