Studi Komparasi Pemikiran Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’i Tentang Bai’ ‘Ainul Ghaib

Anam, Mohammad Shofiyyul (2019) Studi Komparasi Pemikiran Imam Malik dan Imam Asy-Syafi’i Tentang Bai’ ‘Ainul Ghaib. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
Upluod.pdf

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK

Anam, Mohammad Shofiyyul.2019.Studi Komparasi Pemikiran Imam Malik dan Imam Asy-sya>fi’i> Tentang Bai’ ‘Ainul Gha>ib. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN)Ponorogo. Pembimbing M. Ilham Tanzilulloh, M.H.I.

Kata Kunci:bai’ ‘ainul gha<>ib, Imam Malik, Imam Asy-Sya>fi’i>
Menurut Imam Malik yaitu, membolehkan jual beli barang yang tidak ada ditempat (‘ainul gha>ib) apabila salah satu dari dua hal terpenuhi yaitu, spesifikasi disebutkan sehingga jelas dan di syaratkan khiyar ru’yah, sedangkan menurut Imam Asy-Sya>fi’i>yaitu, tidak sah jual beli barang ghaib (‘ainul gha>ib) meskipun barang itu ada tetapi tertutup, karena jual beli semacam itu mengandung unsur gharar dan ketidak jelasan mengenai sifat barang, dasar hukum Imam Malik yaitu berdasarkan hadist Khiyar ru’yah yang dinilai hadist dha’if, begitu juga Imam Asy-Sya>fi’i>, dia juga mendasarkan jual beli barang ghaib (‘ainul gha>ib) kepada hadist tersebut, akan tetapi Imam Asy-Sya>fi’i>berdasarkan hadist yang diriwayatkan Imam Muslim dari Yahya bin Yahya ath-Tamimiy yang berhubungan dengan jual beli yang tidak ada pada tempat transaksi, sehingga dapat menimbulkan gharar, sedangkan perkembangan teknologi memaksa manusia secara tidak langsung untuk ikut andil di dalamnya dan hal itu tidak bisa dipungkiri lagi.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana analisis komparasi pemikiran Imam Malik dan Imam Asy-Sya>fi’i>tentang bai’ ‘ainul gha>ibdan bagaimana analisis komparasi Imam Malik dan Imam Asy-Sya>fi’i>tentang istinbat hukum dalam penentuan bai’ ‘ainul gha>ib?.
Penulisan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis jenis penelitian yang menggunakan bentuk kata-kata, teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan mengambil dan mengumpulkan serta mengkaji data dari literatur-literatur penelitian serta sumber data lainnya yang berhubungan dengan pembahasan serta yang dibutuhkan oleh penelitian. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menjelaskan data objek penelitian.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, pendapat Imam Malik membolehkan jual beli barang yang gaib apabila spesifikasi barang tersebut disebutkan dan disyaratkan khiyar ru’yah atau pembeli berhak menentukan pilihanya. Sedangkan Pendapat Imam Asy-Sya>fi’i >tentang bai’ ‘ainul gha>ib yaitu bahwa tidak sah secara mutlak jual beli barang yang tidak kelihatan oleh kedua belah pihak atau salah satu pihak saja meskipun barang itu ada, karena jual beli semacam ini mengandung unsur gharar. metode istinbat yang digunakan oleh Imam Malik selain menggunakan hadis juga berpedoman kepada ‘amalu ahli al-Madi>nah, sedangkan Imam Asy-Sya>fi’i adalah mengacu kepada hadis riwayat muslim dari Yahya bin Yahya ath-Tamimiy tentang jual beli yang tidak ada pada pihak penjual selain itu juga hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang jual beli yang di dalamnya terdapat penipuan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ilham Tanzilulloh
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 05 Dec 2019 02:46
Last Modified: 05 Dec 2019 02:46
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/8705

Actions (login required)

View Item View Item