tinjauan hukum islam terhadap jual beli voucher data internet di minashofa celluler kecamatan jetis kabupaten ponorogo

Sulikah, Ria (2019) tinjauan hukum islam terhadap jual beli voucher data internet di minashofa celluler kecamatan jetis kabupaten ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
revisi skripsi hukum islam pdf.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABTRAK
Sulikah, Ria. 2019. Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Voucher Data Internet Di Minashofa Celluler Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Rifah Roihanah, S.H., M.Kn.
Kata Kunci : jual beli, voucher data internet, kerugian
Dalam hukum Islam salah satu syarat jual beli yaitu barang yang menjadi objek jual beli harus jelas jumlah, ukuran, dan timbangannya. Namun dalam transaksi jual beli voucher data internet di Minashofa Celluler Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo objek jual beli tidak bisa diketahui secara jelas jumlah kuota yang tersimpan di dalam voucher. Penjual dan pembeli hanya bisa mengetahui isi kuota berdasarkan label yang tertera pada voucher. Ketidakpastian jumlah kuota yang tersimpan di dalam voucher mengakibatkan terjadinya ketidaksesuaian antara jumlah kuota yang diterima pembeli dengan kuota yang dibeli. Hal tersebut mengakibatkan kerugian pada pembeli jika kuota yang diterima lebih sedikit.
Dari uraian latar belakang tersebut penulis tertarik untuk meneliti dengan rumusan masalah yaitu; 1) Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Objek Dalam Jual Beli Voucher Data Internet di Minashofa Celluler Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo? 2) Bagaimana Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kerugian Yang Timbul Akibat Ketidaksesuaian Jumlah Kuota Pada Voucher Data Internet di Minashofa Celluler Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo?
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi (pengamatan). Dalam mengelola data penulis menggunakan beberapa tahap yaitu editing, organizing, dan penemuan hasil.
Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : 1) Objek jual beli voucher data internet di Minashofa Celluler Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo menurut hukum Islam diperbolehkan. Adanya cacat pada objek jual beli mengenai ketidaksesuaian jumlah kuota yang tertera pada label dengan jumlah kuota yang riil merupakan ketidaksengajaan penjual, yang dalam hukum Islam termasuk dalam khiya>r ‘aib. 2) Kerugian yang timbul akibat ketidaksesuaian jumlah kuota yang diterima dengan yang dibeli merupakan salah satu risiko jual beli yang menimbulkan adanya khiya>r ‘aib dan mengharuskan adanya ganti rugi. Pemberian ganti rugi kepada pembeli merupakan bentuk tanggung jawab penjual. Dalam hukum Islam disebut d}ama>n al-‘aqa>d. Sedangkan kerugian yang terjadi pada pembeli yang tidak memeriksa apakah jumlah kuota yang dibeli itu sudah sesuai atau tidak merupakan unsur ketidaksengajaan penjual. Karena pembeli tidak memberikan komplain berarti pembeli telah menghilangkan hak khiya>r-nya sehingga jual beli tersebut dianggap sudah sesuai dan tidak ada masalah. Hal ini berarti jual beli voucher data internet di Minashofa Celluler Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo sudah sesuai dengan hukum Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Rifah Roihanah
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Muamalah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 04 Dec 2019 06:50
Last Modified: 04 Dec 2019 06:50
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/8678

Actions (login required)

View Item View Item