Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Jual Beli Bibit Lele Di Desa Jogorogo Kabupaten Ngawi

Salafuddin, Yahya (2019) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Jual Beli Bibit Lele Di Desa Jogorogo Kabupaten Ngawi. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
aplud perpus.pdf

Download (737kB)

Abstract

ABSTRAK
Salafuddin, Yahya. 2019.Tinjauan Hukum Islam Terhadap Tradisi Jual Beli Bibit Lele di Desa Jogorogo Kabupaten Ngawi. Skripsi.Jurusan Hukum Ekonomi SyariahFakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Lia Noviana,M.HI.
Kata Kunci:Gharar, penetapan harga
Unsur muamalah yang paling sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah jual beli.Salah satunya adalah jual beli yang tidak adanya unsur riba, maysir dan gharar.Atas dasar tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang jual beli bibit lele di Desa Jogorogo Kabupaten Ngawi. Dalam hal ini ada unsur ketidak pastian dalam praktik penghitungannya dan juga dalam proses penetapan harganya yang tidak berimbang. Dalam pelaksanaanya mereka menjual bibit dengan menghitung jumlah per ekor dari benih yang dibeli, tetapi proses penghitunganya dengan menggunakan takaran dan sudah memberikan patokan disetiap takarannya yang digunakan untuk acuan setiap kali menakar bibit lele. Dan proses penetapan harganya yang berubah-ubah dilihat dari jarak dan lokasi pembeli untuk pembeli yang tidak bisa membawa pulang sendiri bibit yang dibeli.
Dari sedikit ulasan tersebut ada beberapa permasalahan yang akan penulis kaji, yaitu:(1) Bagaimana tinjauanhukum Islam terhadap proses penghitungan bibit lele di Desa Jogorogo Kabupaten Ngawi. (2) Bagaimana tinjauanhukum Islam terhadap penetapan harga dalam jual beli bibit lele di Desa Jogorogo Kabupaten Ngawi.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan, yang menggunakan jeniskualitatif.Sumber datanya adalah pihak penjual bibit lele dan beberapa pembeli bibit lele.Pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.Dalam mengelola data penulis menggunakan beberapa tahap, yaitu editing, organizing, dan penemuan hasil.
Setelah melakukan penelitian dan menganalisis, maka dapat disimpulkan bahwa;1) Proses penghitungan bibit lele tersebut mengandung unsur ketidakjelasan, karena pada setiap takarnya memiliki jumlah patokan yang sudah ditetapkan, sedangkan isi dalam setiap takarnya belum tentu sama dengan jumlah yang telah disepakati. Sehingga tidak sesuai dengan syarat dan rukun dalam hukum Islam. Hal ini karena proses takaran bibit lele tersebut merupakan tindakan yang tidak adil yang dapat merugikan salah satu pihak. Karena sudah dijelaskan dalam syara’, bahwa jual beli yang mengakibatkan kerugian salah satu pihak tidak diperbolehkan.(2) penetapan harga bagi pembeli yang mengambil sendiri bibit lele yang dibeli di sentral jual beli bibit lele maupun yang diantar ke lokasi pembeli tersebut sudah sesuai dengan prinsip keadilan karena telah disebutkan bahwa harga yang disepakati kedua belah pihak sudah jelas jumlahnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: LIA NOVIANA
Subjects: 14 ECONOMICS > 1499 Other Economics > 149999 Economics not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan Muamalah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 04 Dec 2019 06:26
Last Modified: 04 Dec 2019 06:26
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/8677

Actions (login required)

View Item View Item