Ekstrakurikuler Multilingual Sebagai Upaya Membiasakan Kemampuan Berbahasa Di MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur'an

Rosyidah, Nailu (2019) Ekstrakurikuler Multilingual Sebagai Upaya Membiasakan Kemampuan Berbahasa Di MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur'an. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
210615031 NAILU ROSYIDAH.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK

Rosyidah, Nailu. Ekstrakurikuler Multilingual Sebagai Upaya Membiasakan Kemampuan Berbahasa di MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an, Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, Pembimbing. YuentieSovaPuspidalia, M.Pd.

Kata Kunci: Ekstrakurikuler, Multilingual, Kemampuan Berbahasa
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran yang ditunjukkan untuk membantu perkembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh peserta didik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewarganegaraan di sekolah. Adapun di MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an terdapat ekstrakurikuler multilingual yang mencakup tiga bahasa, yaitu bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia. Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi seorang siswa untuk mengungkapkan berbagai keinginan dan kebutuhannya. Bahasa juga merupakan alat untuk menyatakan pikiran dan perasaan kepada orang lain sekaligus juga berfungsi untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. Ada pun dalam berbahasa, siswa harus menguasai empat kemampuan. Diantaranya, kemampuan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Hal ini sesuai dengan penerapan ekstrakurikuler multilingual di MI pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an yang dilakukan untuk menguatkan siswa dalam berbahasa melalui kegiatan ekstrakurikuler multilingual.
Penelitian ini menjawab rumusan masalah untuk (1) Bagaimana kegiatan ekstrakurikuler multilingual di MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an Gontor, Mlarak, Ponorogo tahun pelajaran 2018/2019; (2) Bagaimana upaya guru dalam membiasakan kemampuan berbahasa siswa di MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an Gontor, Mlarak, Ponorogo tahun pelajaran 2018/ 2019.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dengan jenis penelitian, studi kasus. Adapun teknik yang gunakan untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan adalah dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah analisis yang diberikan Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis disimpulkan bahwa (1) Dalam kegiatan ekstrakurikuler multilingual di MI Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an sudah baik, karena dalam penerapannya guru sudah mengatur manajemen pengelolaan pelaksanaan mulai dari perencanaan guru dalam menyiapkan materi yang akan disampaikan sebelum kegiatan dilaksanakan. Pelaksanaan, yaitu guru melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan materi. Monitoring, yaitu memantau proses kegiatan yang dilakukan siswa, dan mengevaluasi kegiatan yang dilakukan hari ini. (2) Upaya guru dalam membiasakan kemampuan berbahasa dengan cara mengubah cara belajar tidak hanya menggunakan metode ceramah akan tetapi juga menggunakan metode lain seperti picture and picture, reading guide dan sebagainya. Kemudian, guru juga mengadakan game dan menonton film agar siswa tidak bosan ketika kegiatan berlangsung. Dan diadakan pidato tiga bahasa setiap satu bulan sekali. Guru juga mengadakan kegiatan di luar jam kegiatan ekstrakurikuler multilingual yang berupa English camp.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Yuentie Sova Puspidalia
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 19 Nov 2019 07:56
Last Modified: 19 Nov 2019 07:56
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/8367

Actions (login required)

View Item View Item