Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Tasawuf Dalam Pementasan Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci (Studi Kasus Di Paguyuban Wayang Kulit Ngudi Laras Cepoko Ngrayun Ponorogo)

Widiantoro, Agus (2019) Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Tasawuf Dalam Pementasan Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci (Studi Kasus Di Paguyuban Wayang Kulit Ngudi Laras Cepoko Ngrayun Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
perpus jadi.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
WIDIANTORO, AGUS. 2019. Internalisasi Nilai-nilai Pendidikan Akhlak Tasawuf dalam Pementasan Wayang Kulit Lakon Dewa Ruci (Studi Kasus di Paguyuban Wayang Kulit Ngudi Laras Cepoko Ngrayun Ponorogo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FATIK), Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Dosen Pembimbing Muhamad Nurdin, M, Ag.

Kata Kunci : Nilai, Pendidikan, Akhlak Tasawuf, Lakon Dewa Ruci.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh cerita wayang kulit yang dalam pementasannya tidak hanya sebagai pertunjukan seni semata, namun juga berfungsi sebagai media dakwah atau sebagai sarana untuk menyampaikan nilai-nilai keagamaan. Pada pementasan wayang kulit khususnya lakon Dewa Ruci dalang banyak menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai-nilai pendidikan yang bisa diambil dan dicermati. Nilai-nilai itulah yang kemudian dapat difahami oleh masyarakat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Proses pementasan wayang kulit di desa Cepoko Ngrayun Ponorogo. 2) Bentuk kegiatan internalisasi yang dilakukan paguyuban Ngudi Laras dalam menyampaikan nilai-nilai pendidikan akhlak tasawuf kepada masyarakat melalui kesenian wayang kulit. 3) Pemahaman masyarakat tentang makna lakon Dewa Ruci dalam pementasan wayang kulit di desa Cepoko
Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, yang menjelaskan tentang pendidikan akhlak tasawuf dalam pementasan wayang kulit lakon Dewa Ruci di desa Cepoko Ngrayun Ponorogo. Data yang diperoleh yakni data-data berupa wawancara dan buku-buku yang berkaitan dengan lakon Dewa Ruci. Kemudian menjelaskannya dalam bentuk uraian kata-kata bukan berupa angka yang selanjutnya dipaparkan dalam bentuk laporan bersifat analisis.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Pementasan wayang kulit di desa Cepoko menggunakan suatu aturan yang disebut pathet, istilah tersebut berisikan pembagian waktu dan adegan yang seharusnya dipentaskan. 2) Bentuk kegiatan internalisasi yang dilakukan paguyuban Ngudi Laras dalam setiap pementasannya mementaskan wayang kulit lakon Dewa Ruci yang masih asli. Dalam artian belum ada rubahan baik dari segi alur cerita, penokohan, maupun makna yang terkandung didalamnya. 3) Pemahaman masyarakat desa Cepoko mengenai lakon Dewa Ruci dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dapat terlaksana apabila seorang murid dapat meniru dan menerapkan sifat-sifat mulia Raden Bratasena.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Muhamad Nurdin
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 19 Nov 2019 06:31
Last Modified: 19 Nov 2019 07:16
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/8365

Actions (login required)

View Item View Item