REPRESENTASI KEHILANGAN DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA KARYA UMAY SHAHAB (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough)

Prastiwi, Arimbi Dwi (2026) REPRESENTASI KEHILANGAN DALAM FILM PERAYAAN MATI RASA KARYA UMAY SHAHAB (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

Warning
There is a more recent version of this item available.
[thumbnail of TESIS FIX Arimbi Dwi Prastiwi.pdf]
Preview
Text
TESIS FIX Arimbi Dwi Prastiwi.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Perkembangan media massa, khususnya film, telah berkembang menjadi
alat komunikasi massa yang kompleks untuk menyampaikan pesan moral dan
nilai-nilai spiritual. Film "Perayaan Mati Rasa" karya Umay Shahab menarik
perhatian karena mengangkat tema kehilangan yang relevan dengan dinamika
psikologis generasi Z serta peran sosial anak sulung dalam keluarga. Kehilangan
dalam film ini tidak hanya dianggap sebagai peristiwa biologis, tetapi juga sebagai
krisis moral dan emosional yang melibatkan mekanisme pertahanan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kehilangan dalam
film Perayaan Mati Rasa melalui tiga dimensi analisis wacana kritis Norman
Fairclough, yaitu dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumen untuk memahami dan
menunjukkan tentang representasi kehilangan dalam film Perayaan Mati Rasa
karya Umay Shahab. Kemudian dianalisis menggunakan tiga dimensi dari
Norman Fairclough, dimensi teks, praktik diskursif (produksi dan konsumsi teks)
serta praktik sosial (aspek situasional, institusional, dan sosial).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi teks, kehilangan
direpresentasikan melalui diksi “diam” dan ekspresi tertahan yang mencerminkan
tahap depresi dan penyangkalan (denial). Dalam dimensi praktik diskursif, teks
tersebut diproduksi dalam narasi keluarga yang menuntut ketangguhan, sehingga
memaksa subjek melakukan negosiasi makna atas duka yang dirahasiakan. Pada
dimensi praktik sosial, representasi ini mencerminkan struktur budaya patriarki
yang membatasi ruang emosional laki-laki dalam masyarakat. Secara teoretis,
kondisi ini menunjukkan adanya kegagalan internalisasi nilai tawakal dan ridha
dalam menghadapi takdir akibat tekanan eksistensial dan tuntutan peran sosial
sebagai anak sulung. Temuan ini menegaskan bahwa penerimaan (acceptance)
hanya dapat dicapai melalui dekonstruksi terhadap pengakuan jujur atas
kerapuhan diri.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Faiq Ainurrofiq
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2299 Other Philosophy and Religious Studies > 229999 Philosophy and Religious Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Dakwah > Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Perpustakaan Pusat
Date Deposited: 03 Jun 2026 03:11
Last Modified: 03 Jun 2026 03:11
URI: http://etheses.uinponorogo.ac.id/id/eprint/38553

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item