Telaah Yuridis Terhadap Penggunaan Vasektomi Dan Tubektomi Dalam Keluarga Berencana Ditinjau Dari Fatwa MUI

Rochim, Yogik (2022) Telaah Yuridis Terhadap Penggunaan Vasektomi Dan Tubektomi Dalam Keluarga Berencana Ditinjau Dari Fatwa MUI. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
210117101, Yogik Baidul Rochim, HKI.pdf

Download (2MB)

Abstract

Rochim, Yogik Baidul, 2022, (Telaah Yuridis Terhadap Penggunaan Vasektomi
dan Tubektomi Dalam Keluarga Berencana Sebagai Alat Kontrasepsi
Ditinjau Dari Fatwa MUI). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam
Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo.
Pembimbing M. Ilham Tanzilulloh., M.H.I.
Kata kunci/keyword: Fatwa MUI, vasektomi tubektomi.
Penggunaan alat kontrasepsi yang berbentuk vasektomi dan tubektomi
tersebut harus sesuai dengan asas kesehatan juga. Dalam Fatwa MUI
mengharamkan penggunaannya, karena dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan
ajaran Islam, namun dengan syarat-syarat tertentu para pengguna dapat
menggunakannya dengan segala risiko yang menimpa. Jadi fatwa MUI hanya
membolehkan vasektomi dan tubektomi pada orang-orang yang memiliki atau
memenuhi persyaratan jika ada efek baik kepada si ibu atau terhadap anak.
Vasektomi adalah memotong saluran sperma kurang lebih 2 cm dan kedua
ujungnya diikat dengan benang sutera. Sedangkan tubektomi adalah memotong
saluran telur dan kedua ujungnya diikat dengan pemasangan cincin. Majelis Ulama
Indonesia (MUI) sebagai lembaga tempat bernaungnya dan bermusyawarahnya
para ulama di Indonesia telah mengeluarkan fatwa sebanyak empat kali yakni pada
tahun 1979, 1983, 2009 dan tahun 2012 tentang penggunaan alat kontrasepsi
vasektomi dan tubektomi.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana hukum
penggunaan alat kontrasepsi vasektomi dan tubektomi ditinjau dari fatwa MUI?, 2.
Bagaimana pandangan MUI tentang penggunaan alat kontrasepsi vasektomi dan
tubektomi?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian
pustaka, dengan menggunakan metode kualitatif, sedangkan untuk sumber data
primer menggunakan Fatwa MUI serta buku-buku yang relevan lainnya. Dalam
menganalisa data, penulis menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil analisis
digambarkan Fatwa MUI tahun 1979 mengharamkan penggunaan vasektomi dan
tubektomi dengan alasan merusak raga dan jiwa, pemandulan dilarang oleh agama.
Fatwa MUI tahun 1983 masih mengharamkan pengguanaannya dengan alasan alat
kontrasepsi tersebut dalam pelaksanaannya dengan memotong saluran sperma bagi
pria dan mengikat saluran telur bagi perempuan. Sedangkan Fatwa MUI tahun 2009
tetap masih mengharamkan dengan alasan pemandulan tetap dilarang oleh agama.
Dan Fatwa yang terakhir mengharamkan dengan pengecualian tidak menyalahi
syariat, tidak menimbulkan kemudaratan, dan tidak dimasukkan kedalam metode
kontrasepsi

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: M Ilham Tanzilulloh
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 24 Jun 2022 02:22
Last Modified: 24 Jun 2022 02:22
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/19928

Actions (login required)

View Item View Item