KONSEP KEADILAN DALAM BERPOLIGAMI MENURUT MUHAMMAD QURAISH SHIHAB PERSPEKTIF QIRĀ'AH MUBĀDALAH

Pangestu, Pamor Aji (2022) KONSEP KEADILAN DALAM BERPOLIGAMI MENURUT MUHAMMAD QURAISH SHIHAB PERSPEKTIF QIRĀ'AH MUBĀDALAH. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
Upload E-theses fix.pdf

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK

Pangestu, Pamor Aji. 2022. Konsep Keadilan Dalam Berpoligami Menurut Muhammad Quraish Shihab Perspektif Qirā'ah Mubādalah. Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah, Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Abid Rohmanu, M.H.I.
Kata Kunci: Keadilan,Poligami, Qirā’ah Mubādalah
Dewasa ini, keadilan dalam berpoligami masih menjadi polemik dan perdebatan. Meskipun Allah SWT telah memberikan risalah keadilan dalam Al-Qur’an 1400-an tahun lalu melalui Rasulullah SAW, seolah-olah hal tersebut justru memberi celah diskusi selebar-lebarnya untuk dikaji kembali lagi dan lagi. Tafsir-tafsir yang ada selama ini pun mengenai keadilan dalam berpoligami dirasa belum ramah terhadap perempuan. Hal ini tercermin dari bagaimana poligami di masyarakat justru banyak menimbulkan masalah baru karena unsur ketidak adilan yang dirasakan oleh para perempuan. Belum lama ini, kita dikenalkan dengan sebuah metode interpretasi ayat dengan menggunakan Metode Qirā’ah Mubādalah. Di mana ayat-ayat yang sebelumnya terkesan maskulin dan lebih berpihak kepada kaum laki-laki, dengan menggunakan metode tersebut, keduanya bisa sejajar sebagai sesama subjek yang sama-sama disapa oleh Al-Qur’an.
Dari permasalahan ini peneliti mengajukan dua rumusan masalah : 1) bagaimana konsep keadilan terhadap munasabah ayat ke-3 dan ke-129 surat al-nisā’ dalam tafsir al-miṣbāh perspektif qirā'ah mubādalah? 2) apa implikasi hukum atas konsep keadilan dari penggunaan metode qirā'ah mubādalah terhadap tafsir ayat-ayat poligami dalam surat al-nisā’?.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari Kitab Tafsir Al-Misbāh dengan menggunakan metode dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan data setelah dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Data sumber tersebut kemudian dianalisis dengan Metode Qirā’ah Mubādalah sehingga ditemukan sebuah kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa 1) konsep keadilan yang ada di ayat ke-3 surat Al-Nisā’ berbeda dengan konsep keadilan yang ada di ayat ke-129 surat Al-Nisā’. Konsep keadilan yang berada di ayat ke-3 surat Al-Nisā adalah konsep keadilan yang berkaitan dengan pemenuhan hak terhadap istri akan kebutuhan atas rasa adil sebagai syarat akan berpoligami. Sedangkan konsep keadilan yang ada di ayat ke-129 surat Al-Nisā’ adalah keadilan yang berkaitan dengan penyamarataan nafkah lahir maupun batin terhadap istri-istrinya tanpa condong terhadap salah satu istri semata. 2) Poligami dalam perspektif Qirā’ah Mubādalah haram hukumnya terutama bagi mereka yang tidak mampu secara lahir maupun batin dalam mengupayakan keadilan terhadap istri ataupun calon istri-istrinya. Sehingga hukum dasar poligami yang menurut M. Quraish Shihab dihukumi mubah, setelah melewati interpretasi ulang dengan menggunakan metode Qirā’ah Mubādalah hukum dasarnya bergeser dari mubah menjadi haram. Baru setelah ada hal-hal signifikan yang dapat menjadi faktor bolehnya berpoligami seperti kondisi-kondisi tertentu yang disebutkan dalam pembahasan sebelumnya maka bisa menjadi mubah.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: ABID ROHMANU
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 14 Jun 2022 07:09
Last Modified: 14 Jun 2022 07:09
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/18928

Actions (login required)

View Item View Item