FENOMENA DISPENSASI KAWIN DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MADIUN TAHUN 2022

Ardana, Hanif Nidhzom (2022) FENOMENA DISPENSASI KAWIN DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MADIUN TAHUN 2022. Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.

[img] Text
SKRIPSI HANIF perpus.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Arodana, Hanif Nidhzom . NIM. 210115064. Fenomena Dispensasi Kawin Di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun Tahun 2022. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Rif’ah Roihanah, M.Kn.
Kata Kunci: Dispensasi Kawin, Pertimbangan Hakim.
Skripsi ini membahas mengenai fenomena dispensasi kawin di Pengadilan Agama Madiun. Dispensasi kawin adalah perkara voluntair berupa kelonggaran yang diberikan oleh Pengadilan kepada calon suami isteri yang belum mencapai batas umur terendah yaitu 19 tahun bagi pria dan wanita agar dapat melangsungkan perkawinan. Pernikahan di bawah umur sering menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah bagi remaja yang akan melangsungkan perkawinan.
Dari fenomena di atas muncul pertanyaan tentang bagaimana analisis pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ataupun menolak dispensasi kawin di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis, yaitu menguraikan apa adanya data hasil penelitian yang berupa data dari wawancara maupun data yang penulis peroleh, selanjutnya dilakukan analisis kemudian dijelaskan.
Adapun hasil analisis yang dilakukan peneliti sesuai dengan rumusan masalahnya yaitu (1) Bahwasanya hakim Pengadilan Agama Kabupaten Madiun dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin pada Perkara No 45/Pdt.P/2022/PA.Kab.Mn yang sesuai dengan teori kemanfaatan hukum, dimana dipandang bisa mencegah terjadinya perbuatan melanggar hukum dan norma kesusilaan yang berkepanjangan. Berdasarkan jenis perkara yang dilihat dari fakta hukum yang bertujuan untuk memberi suatu kemanfaatan bagi masyarakat, jangan sampai sebaliknya, penegakan hukum malah menimbulkan keresahan masyarakat. Sehingga mengabulkan permohonan dispensasi tersebut lebih bermanfaat bagi pemohon. (2) Pertimbangan Hakim Dalam Memberikan Putusan Penolakan Permohonan Dispensasi Kawin Di Pengadilan Agama Madiun yaitu, Pertama sesuai dengan teori kemanfaatan hukum. Diarena tidak adanya alasan yang mendesak dari anak pemohon untuk dikabulkan dispensasinya dan si anak masih berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya, maka dari itu Majelis Hakim memutuskan tidak mengabulkan permohonan tersebut. Kemudian yang kedua yaitu Majelis Hakim melihat dari umur perempuan yang terlalu muda dianggap belum mampu untuk membina rumah tangga dengan suaminya, calon perempuan belum memahami kesehatan dan kesiapan organ reproduksi, dan dikhawatirkan pula terjadi resiko yang tinggi jika ia mengalami kehamilan. Oleh karena itu maka untuk menghindari hal-hal yang memudharotkan anak pemohon tersebut, maka permohonan pemohon untuk diberikan dispensasi terhadap anaknya dinyatakan tidak dapat dikabulkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: RIF'AH ROIHANAH
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 10 Jun 2022 07:05
Last Modified: 10 Jun 2022 07:05
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/18767

Actions (login required)

View Item View Item