KONSEP WARIS TRANSGENDER(STUDI KOMPARATIF ANTARA FIKIH MAWARIS DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA)

ABRIYANI, EKA (2022) KONSEP WARIS TRANSGENDER(STUDI KOMPARATIF ANTARA FIKIH MAWARIS DAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA). Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.

[img] Text
101180039_EKA ABRIYANI-HKI.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Abriyani, Eka 2022. Konsep Waris Transgender (Studi Komparasi Antara Fikih Mawaris Dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata). Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Lia Noviana, M.H.I
Kata Kunci/Keywords : Waris Transgender, Fikih Mawaris, KUH Perdata
Transgender merupakan fenomena sosial modern, Transgender orang yang cara berperilaku atau berpenampilan tidak sesuai dengan peran gender pada umumnya atau ketidakpuasan dengan alat kelamin yang dimilikinya. Ekspresinya bisa dalam bentuk dandanan, make up, gaya dan tingkah laku, bahkan sampai kepada operasi penggantian kelamin (Sex Reassignment Surgery). Dalam Islam transgender disebut dengan mukhannath yang berarti bertingkah laku seperti perempuan atau memiliki banyak sifat kewanitaan dan lemah lembut. Adanya fenomena transgender tentu berdampak juga dalam berbagai aspek, salah satunya adalah mengenai konsep warisnya. Dalam KUH Perdata maupun Al-Qur’an dan Al-Hadits, tidak dijelaskan ketentuan mewaris bagi ahli waris transgender, jumlah besar bagian yang mereka terima, ataupun halangan mereka untuk mewaris.
Permasalahan yang menjadi titik fokus pada penelitian ini adalah bagaimana status waris transgender menurut Fikih Mawaris dan Kitab undang-undang hukum Perdata dan bagaimana bagian waris transgender menurut Fikih Mawaris dan Kitab undang-undang hukum Perdata.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode pendekatan komparatif pustaka yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan membandingkan ketentuan, kaidah, asas ataupun sistem hukum untuk melihat dan mendapatkan gambaran perbedaan dan persamaan antara Fikih Mawaris dan KUH Perdata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep waris bagi ahli waris transgender menurut KUH Perdata adalah status waris dan bagian waris yang diberikan kepadanya tidak terpengaruh oleh jenis kelaminnya, konsep waris transgender menurut Fikih Mawaris, status waris transgender ditentukan berdasarkan alasan orang tersebut melakukan operasi kelamin, jika operasi kelamin dilakukan dengan tujuan perubahan tanpa ada alasan mendesak maka status warisnya berdasarkan jenis kelamin sebelum operasi. Namun, jika operasi dilakukan dengan tujuan penyempurnaan atau perbaikan seperti pada khuntha karena ada alasan dapat dibuktikan secara medis maka status waris orang tersebut sesuai dengan jenis kelamin setelah operasi penyempurnaan. Status waris ini juga berdampak pada bagian waris yang didapatkan oleh transgender atau mukhannath dan untuk bagian waris khuntha menurut pendapat beberapa ulama mahzab memiliki bagian berbeda dengan orang yang tidak memiliki kelainan pada kelaminnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: LIA NOVIANA
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 08 Jun 2022 08:39
Last Modified: 08 Jun 2022 08:39
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/18582

Actions (login required)

View Item View Item