Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Aborsi(Studi Kasus Di Desa Majasem Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi)

Mukaromah, Ahlul Janah (2022) Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Aborsi(Studi Kasus Di Desa Majasem Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
101180118-Ahlul Janah M-HKI.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Mukaromah, Ahlul Janah,2022. Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Aborsi (Studi Kasus Di Desa Majasem Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Endrik Safudin, S.H.I., M.H.

Kata kunci/keywod: Pidana Islam. Aborsi

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan kenakalan remaja serta bebasnya pergaulan yang terjadi di Desa Majasem Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Pergaulan bebas oleh remaja laki-laki dan perempuan mengakibatkan melemahnya nilai agama ditambah dengan perkembangan teknologi informasi yang mudah diakses oleh anak remaja menjadikan tiga remaja di Desa Majasem hamil di luar nikah dan melakukan aborsi demi menutupi rasa malu.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana tinjauan hukum pidana Islam terhadap motif pelaku aborsi di Desa Majasem? Bagaimana tinjauan hukum pidana Islam terhadap tanggung jawab pelaku aborsi di Desa Majasem?

Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan teknik studi kasus lapangan, yaitu data berasal dari wawancara, observasi,dokumentasi. Selanjutnya peneliti menjelaskan dengan uraian kata bukan angka dan dipaparkan berupa laporan analisis menggunakan pendekatan kualitatif.

Hasil penelitian ini menyimpulkan pertama, motif pelaku dalam melakukan aborsi berbeda-beda, yaitu sengaja dan tidak sengaja. Apabila ditinjau dari hukum pidana Islam aborsi dengan sengaja dapat dihukumi qisas apabila tidak disengaja maka dapat dilihat dari faktor pendorong terjadinya aborsi tersebut. Kedua, mengenai tinjauan hukum pidana Islam terkait tanggung jawab pelaku dikenai pertanggung jawaban qhisas tetapi dalam kasus ini pelaku tidak dapat disalahkan sebab pelaku aborsi merupakan korban. Seharusnya, keluarga juga dapat disebut sebagai pelaku karena keluarga merupakan faktor pendorong terjadinya tindak aborsi.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Endrik Safudin
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 08 Jun 2022 06:37
Last Modified: 08 Jun 2022 06:37
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/18542

Actions (login required)

View Item View Item