Tinjauan'Urf Terhadap Larangan Pasangan Pengantin Baru Melewati Gunung Pegat (Studi Kasus Di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo)

Sholikhah, Annisa Meirica (2022) Tinjauan'Urf Terhadap Larangan Pasangan Pengantin Baru Melewati Gunung Pegat (Studi Kasus Di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
e-theses ANNISA MEIRICA.pdf

Download (962kB)

Abstract

Sholikhah, Annisa Meirica. 2022. Tinjauan ‘Urf Terhadap Larangan Pasangan Pengantin Baru Melewati Gunung Pegat (Studi Kasus di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Niswatul Hidayati, M.H.I.
Kata Kunci: ‘Urf, Larangan Pernikahan Melewati Gunung Pegat

Larangan pasangan pengantin baru melewati gunung pegat di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Yang hampir semua masyarakat di Desa Nglewan dan desa sekitar masih menaati adanya mitos larangan melewati gunung pegat bagi pengantin baru, yang usia pernikahannya baru lima hari atau saat temu manten melewati gunung pegat maka akan mengalami perceraian, keyakinan ini didapat dari pesan nenek moyang terdahulu. Dengan adanya hal ini apakah mitos larangan di kalangan masyarakat Desa Nglewan yang mayoritas adalah beragama Islam, bertentangan dengan hukum Islam atau tidak. Perpaduan Islam dengan mitos yang ada ini banyak melahirkan problem, sebab ada saatnya mitos tersebut tidak sinkron dengan hukum syara'. Dalam hal ini 'urf hadir dalam menjawab problem-problem yang muncul dalam masyarakat. 'Urf merupakan segala sesuatu yang dikenal dan menjadi kebiasaan manusia baik berupa ucapan, perbuatan, atau tidak melakukan sesuatu.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana tinjauan ‘urf terhadap makna larangan pasangan pengantin baru melewati gunung pegat di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. 2) Bagaimana tinjauan ‘urf terhadap sikap masyarakat tentang larangan pasangan pengantin baru melewati gunung pegat di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Adapun jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan wawancara untuk mengali data dan mereduksinya. Kemudian dianalisis dengan menggunakan tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Penelitian ini dapat disimpulkan: 1) Bahwa dalam tinjauan ‘urf makna yang dilihat dari implikasi larangan pasangan pengantin baru melewati gunung pegat di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo adalah tradisi yang termasuk dalam kategori ‘urf shahih yaitu kebiasaan yang berlaku di masyarakat yang tidak bertentangan dengan nash jadi hukum melintasi gunung pegat oleh pasangan pengantin baru adalah mubah (boleh). 2) Bahwa sikap masyarakat terhadap larangan pasangan pengantin baru melewati gunung pegat di Desa Nglewan Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo disimpulkan kebanyakan masyarakat masih menaati dan sedikit yang tidak menaati dengan alasan semua yang terjadi sudah kehendak dari Allah Swt. Yang masih menaati dengan alasan menghormati nenek moyang terdahulu, percaya akan adanya adat tersebut. Sikap masyarakat ini jika dikaitkan dengan ‘urf merupakan ‘urf shahih karena tradisi ini tidak bersimpangan dengan norma-norma islam. Tradisi yang berjalan dalam mayarakat tidak menjadi beban dalam pelaksaannya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Niswatul Hidayati
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 17 May 2022 05:15
Last Modified: 17 May 2022 05:15
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/18141

Actions (login required)

View Item View Item