Ketentuan Poligami di Negara Muslim Modern (Studi terhadap Hukum Keluarga di Tunisia)

Ansori, Danan Fauzan (2021) Ketentuan Poligami di Negara Muslim Modern (Studi terhadap Hukum Keluarga di Tunisia). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
Ethesees D.pdf

Download (1MB)

Abstract

Fauzan Ansori, Danan, 2021 Ketentuan Poligami di Negara Muslim Modern
(Studi terhadap Hukum Keluarga di Tunisia). Skripsi. Jurusan Hukum
Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Ponorogo. Pembimbing Dr. Abid Rohmanu, M.H.I.
Kata kunci/keyword: Poligami, Sosio-Budaya, Politik, Code of Personal Status
Poligami dalam Islam dijelaskan dalam Surat An-Nisa’ ayat 3 poligami
diperbolehkan asalkan mampu berlaku adil. Di antara aspek yang tersentuh
pembaharuan dalam hukum keluarga adalah poligami. Aspek ini menarik dan
penting untuk dikaji, karena sampai sekarang masalah poligami masih
menimbulkan polemik. Meski begitu, baik aturan poligami yang terumus dalam
hukum keluarga di dunia Islam, tidaklah sama. Dalam aturan poligami misalnya,
ada negara yang melarang secara tegas dan ada juga melarang dengan syarat. Dari
beberapa negara muslim modern Tunisia merupakan salah satu negara yang
melarang keras praktik poligami dan bahkan apabila melanggar hal tersebut dapat
dipidana seperti membayar denda atau dipenjara.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Mengapa poligami di
Tunisia dilarang secara mutlak? (2) Bagaimana pengaruh sosio budaya dan politik
terhadap regulasi poligami di Tunisia?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian
pustaka (library research) yang menggunakan metode kualitatif, sedangkan teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data literer. Penelitian
yang dilakukan dalam pembahasan masalah ini yaitu dengan menggunakan
penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan studi kawasan hukum
keluarga Islam.
Pelarangan poligami di Tunisia mengacu pada penafsiran Muhammad
Abduh yang menggunakan metode tahli>li (analitik) dan berorientasi pada
reformasi sosial budaya. Poligami di Tunisia dilarang dengan alasan sabagai
berikut. Pertama, pemerintah Tunisia merujuk pada pendapat tokoh, Tahar
Haddad yang menyatakan bahwa, poligami dianggap perbudakan dan merupakan
kejelekan yang dilakukan bangsa Arab jahiliyah bahkan para istri diperlakukan
dengan semena-mena. Kedua, bahwa syarat mutlak poligami adalah kemampuan
berlaku adil pada istri, sementara fakta sejarah membuktikan hanya Nabi Saw
yang mampu berlaku adil terhadap istri-istrinya. Dari anak-anak Tunisia yang
dikirim ke Paris untuk belajar dan banyak warga Prancis yang tinggal di Tunisia.
Disini terjadi akulturasi budaya dan kontak sosial antara masyarakat Prancis dan
Tunisia. Selain itu mereka juga terpengaruh oleh sistem politik dan sosial budaya
liberal dari Prancis yang didasarkan pada persamaan hak. Hal itulah yang
mempengaruhi kaum intelektual Tunisia dalam merumuskan hukum keluarga di
Tunisia, terutama dalam hal poligami. Kemudian Figur Presiden Bourguiba
melalui politiknya juga memerankan peran yang sangat penting dalam membela
dan melindungi hak-hak kaum wanita di bawah Code of Personal Status.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Abid Rohmanu
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 25 Nov 2021 03:09
Last Modified: 25 Nov 2021 03:09
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/16930

Actions (login required)

View Item View Item