Peran Istri Pencari Nafkah Yang Bekerja Diluar Negeri Perspektif Gender Dan Hukum Islam Studi Kasus Di desa Sedah Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo

Ma'arif, Syamsul (2021) Peran Istri Pencari Nafkah Yang Bekerja Diluar Negeri Perspektif Gender Dan Hukum Islam Studi Kasus Di desa Sedah Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Masters thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
tesis syamsul ma'arif.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK

Ma’arif, Syamsul. 2021. Peran Istri Pencari Nafkah Yang Bekerja Di Luar Negeri Perspektif Gender Dan Hukum Islam Studi Kasus Di Desa Sedah Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Tesis Prodi Ahwal Syakhsiyyah program pascasarjana IAIN Ponorogo. Pembimbing Dr. Hj. Rohmah Mualidia, M.Ag

Kata Kunci: Nafkah Keluarga, Gender, Hukum Islam
Sejak digulirkannya isu kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, makin banyak saja perempuan yang menjalankan peran sosial yang lazimnya hanya bisa dilakukan oleh laki-laki. Hal inipun diperkuat dengan makin mudahnya akses untuk mendapatkan posisi, baik dalam pekerjaan maupun dalam hal publik lainnya, bagi perempuan. Sehingga turut mendorong pergeseran peran gender antara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian berdampak pula terhadap kontribusi kaum perempuan didalam kehidupan rumah tangga, seperti yang terjadi diwilayah Desa Sedah banyak sekali para istri yang bekerja diluar negeri guna mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Berangkat dari fenomena tersebut penulis mengambil rumusan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pandangan kaum perempuan (PKK dan mantan TKW) Desa Sedah terhadap peran istri pencari nafkah yang bekerja di luar negeri, 2. Bagaimana analisis gender terhadap peran istri pencari nafkah yang bekerja di luar negeri, 3. Bagaimana analisis hukum Islam terhadap peran istri pencari nafkah yang bekerja di luar negeri. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian metode kualitatif. Metode ini guna memperoleh informasi terkait dengan peran istri pencari nafkah dengan berkerja diluar negeri. Dengan informasi yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan teori gender dan hukum Islam. Dari hasil analisis penulis bahwasannya ketika seorang istri bekerja guna membantu suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga merupakan suatu kewajiban, sebab pada kenyataannya seorang perempuan memiliki kemampuan seperti halnya kaum laki- laki. Sehingga adanya diskriminasi terhadap kaum perempuan merupakan persepsi yang kurang pas, didalam agama Islam pun sangat menjunjung tinggi kemaslahatan, dan meninggalkan kemafsadatan. Sedangkan menurut perspektif hukum Islam bahwa laki- laki sebagai kepala keluarga dan wajib mencari nafkah. Namun hal demikian tidak sepenuhnya disetujui oleh informan, sebab kondisi situasi dan kondisi yang memang mengharuskan para istri untuk bekerja diluar negeri.

ABSTRACT
Ma’arif, Syamsul. 2021. The role of the wife of a breadwinner who works abroad from the perspective of gender and Islamic law. A case study in Sedah Village, Jenangan District, Ponorogo Regency. Thesis of the Ahwal Syakhsiyyah Study Program postgraduate program at IAIN Ponorogo. Advisor Dr. Hj. Rohmah Mualidia, M.Ag
Keywords: Family Support, Gender, Islamic Law
Since the issue of gender equality between men and women was introduced, more and more women are carrying out social roles that normally can only be done by men. This is also reinforced by the easier access to positions, both in work and in other public matters, for women. So that it also encourages a shift in gender roles between men and women. Thus it also has an impact on the contribution of women in domestic life, as happened in the Sedah Village area, there are many wives who work abroad to meet their household needs. Departing from this phenomenon, the writer takes the following problem formulations: 1. What are the views of women (PKK and former TKW) Sedah Village on the role of the breadwinner's wife who works abroad, 2. How is the gender analysis of the role of the breadwinner's wife who works outside the country? country, 3. How is the analysis of Islamic law on the role of the breadwinner's wife who works abroad. In this study, researchers used qualitative research methods. This method is to obtain information related to the role of the breadwinner's wife by working abroad. With the information obtained then analyzed by gender theory and Islamic law. From the results of the author's analysis that when a wife works to help her husband to meet the needs of the family is an obligation, because in reality a woman has the ability as well as men. So that discrimination against women is an inappropriate perception, in Islam also highly upholds benefit, and abandons evil. Meanwhile, according to the perspective of Islamic law, men are the heads of families and are obliged to earn a living. However, this was not fully approved by the informants, because of the conditions and conditions that did require the wives to work abroad.

Item Type: Thesis (Masters)
Thesis Supervisor: Rohmah Maulidia
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 15 Jul 2021 07:21
Last Modified: 15 Jul 2021 07:21
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/15921

Actions (login required)

View Item View Item