Tinjauan ‘Urf Terhadap Larangan Perkawinan Adat Kebo Balik Kandang Di Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo

Setio, Much Imron Andi (2021) Tinjauan ‘Urf Terhadap Larangan Perkawinan Adat Kebo Balik Kandang Di Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
210115111_M IMRON ANDI SETIO_HUKUM KELUARGA ISLAM.pdf

Download (4MB)

Abstract

ABSTRAK

Setio Much. Imron Andi, NIM. 210115111. Tinjauan ‘Urf Terhadap Larangan Perkawinan Adat Kebo Balik Kandang Di Desa Campurejo kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo. Skripsi, Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Rif’ah Roihanah., S.H., M.KN.

Kata Kunci: Larangan Perkawinan Adat Kebo Balik Kandang

Perkawinan adalah ikatan lahir batin antara dua insan sebagai pasangan untuk menciptakan keluarga yang bahagia. Di Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo terdapat larangan perkawinan adat kebo balik kandang yaitu larangan melakukan perkawinan antara laki-laki dengan perempuan jika yang diketahui bertempat tinggal satu daerah dengan tempat tinggal asal dari orang tua calon mempelai. Kepercayaan akibat yang timbul dari larangan perkawinan adat kebo balik kandang yang ada di Campurejo masih diyakini oleh masyarakat Desa Campurejo karena sebuah asumsi jika seseorang melanggar larangan perkawinan adat kebo balik kandang akan menyebabkan terjadinya sesuatu yang musibah dalam kehidupan berkeluarga, baik itu berupa sulitnya ekonomi, keluarga tidak harmonis, dan kematian dari salah satu pihak.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana tinjauan ‘urf terhadap praktek larangan perkawinan adat kebo balik kandang di Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo? (2) Bagaimana tinjauan ‘urf terhadap kepercayaan masyarakat tentang akibat yang akan timbul apabila melanggar adat kebo balik kandang di Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis yang digunakan menggunakan metode deduktif yaitu pembahasan yang diawali dengan mengemukakan dalil-dalil, teori-teori atau ketentuan yang bersifat umum dan selanjutnya yang dikemukakan kenyataan yang bersifat umum.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa larangan pernikahan kebo balik kandang di Desa Campurejo Ponorogo tidak memenuhi syarat-syarat diterimanya ‘urf sebagai sumber hukum. Hal ini dikarenakan landasan hukum terkait larangan perkawinan ini hanya sebatas prasangka. Jika dikategorikan, larangan perkawinan ini termasuk ke dalam ‘urf ‘amm yang sifatnya umum. Selain itu, dengan tidak dipenuhinya syarat-syarat ‘urf, maka larangan perkawinan ini masuk ke dalam ‘urf fasid atau ‘urf yang tertolak karena tidak ada landasan yang kuat untuk dijadikan sebagai hukum. Kepercayaan masyarakat tentang akibat yang akan timbul apabila melanggar adat kebo balik kandang di Desa Campurejo Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo tidak bisa dijadikan kehujjahan karena dalam kepercayaan tentang akibat yang akan timbul apabila melanggar adat kebo balik kandang terdapat sesuatu yang sifatnya bertentangan dengan nash.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Rif’ah Roihanah
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 04 Jun 2021 02:18
Last Modified: 04 Jun 2021 02:18
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/15111

Actions (login required)

View Item View Item