tinjauan yuridis terhadap keluarga sebagai saksi (studi kasus perceraian di pengadilan agama ngawi)

maki, nanang mubarokul (2021) tinjauan yuridis terhadap keluarga sebagai saksi (studi kasus perceraian di pengadilan agama ngawi). Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.

[img] Text
SKRIPSI NANANG.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Maki, Nanang Mubarokul. 2021. Tinjauan Yuridis Terhadap Keluarga Sebagai Saksi Di Pengadilan Agama Ngawi. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing, Rif’ah Roihanah, S.H, M.Kn.

Kata Kunci: Tinjauan Yuridis, Keluarga Sebagai Saksi, di Pengadilan Agama Ngawi

Di dalam persidangan saksi adalah alat bukti yang kedua di dalam pembuktian suatu persidangan. Artinya saksi sangat diperhitungkan kedudukannya dalam persidangan, menguatkan dalil-dalil yang diajukan oleh penggugat, untuk membuktikan kebenaran dalam suatu masalah. Dalam hukum acara perdata dan Hukum Islam saksi keluarga secara umum dilarang kesaksiannya. Memang ada perkara tertentu yang dibolehkan oleh undang undang, yaitu pertengkaran yang terus menerus.
Masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah (1). Bagaimana tinjauan yuridis kedudukan keluarga sebagai saksi dalam kasus perceraian di Pengadilan Agama Ngawi?. (2).Bagaimana tinjauan yuridis terhadap kesaksian keluarga dalam kasus perceraian di Pengadilan Agama Ngawi?
Menurut jenisnya penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi, analisa yang digunakan adalah metode deduktif dengan tahapan reduksi, display data dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil pembahasan skripsi ini dapat disimpulkan bahwa (1). Kedudukan keluarga sebagai saksi dalam kasus perceraian di Pengadilan Agama Ngawi sangat penting dalam memecahkan suatu perkara perceraian, saksi dari pihak keluarga berkedudukan sebagai penguat kesaksian dalam kasus perceraian, maka dalam kasus perceraian saksi dari pihak keluarga sangat diutamakan agar kasus percerain tersebut dapat segera diputuskan untuk memperoleh keterangan yang jelas dan dapat diputuskan dengan seadil-adilnya. (2). Kesaksian keluarga dalam kasus perceraian di Pengadilan Agama Ngawi bahwa kesaksian itu diperbolehkan dan diterima, karena saksi keluarga dipandang paling mengetahui tentang kondisi sehari-hari dari keluarga tersebut, dan yang lebih mengetahui akar masalah yang timbul sehingga terjadi perceraian antara penggugat dan tergugat. Karena hakim berpedoman pada pasal 76 UU Nomor 7 Tahun 1989 dan Pasal 22 ayat 2 PP Nomor 9 Tahun 1975. Dan apabila menggunakan saksi keluarga takutnya alasan nya nanti tidak obyektif.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: rif'ah roihanah
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 03 Jun 2021 05:42
Last Modified: 03 Jun 2021 05:42
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/15021

Actions (login required)

View Item View Item