KONSEP KAFĀ’AH DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF IMAM MADHHAB (Studi Komparatif Madhhab Imam Maliki Dan Imam Syafi’i)

Faaruuq, Muhamad Amirul Umarul (2021) KONSEP KAFĀ’AH DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF IMAM MADHHAB (Studi Komparatif Madhhab Imam Maliki Dan Imam Syafi’i). Undergraduate (S1) thesis, IAIN PONOROGO.

[img] Text
MUHAMAD_AMIRUL_UMARUL_FAARUUQ-210116009-HKI[1].pdf

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK
Faaruuq, Muhamad Amirul Umarul. 2021. Konsep Kafā’ah Dalam Pernikahan Perspektif Imam Madhhab (Studi Komparatif Madhhab Imam Maliki Dan Imam Syafi’i). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Udin Safala, M.H.I.

Kata Kunci: kafā’ah, Perkawinan, madhhab.
Perkawinan dianggap sah apabila telah memenuhi syarat dan rukunnya, salah satu hal yang tidak kalah penting dari syarat dan rukun adalah memperhatikan masalah kesetaraan atau kafā’ah, meskipun kafā’ah tidak menjadi syarat dan rukun namun kafā’ah bisa lebih menjaga kepada keharmonisan rumah tangga dan bisa menjauhkan dari kehancuran rumah tangga atau perceraian. Dalam menentukan kafā’ah para Imam Madhhab terdapat perbedaan, dan perbedaan yang paling mencolok yakni antara Madhhab Imam Maliki dan Madhhab Imam Syafi’i, padahal Imam Syafi’i adalah murid dari Imam Maliki mengapa bisa berbeda.
Oleh karena itu penulis tertarik untuk menjadikannya sebuah penelitian dengan rumusan masalah: (1) Bagaimana konsep kafā’ah menurut Madhhab Imam Maliki dan Madhhab Imam Syafi’i? dan (2) Bagaimana metode istinbath hukum yang digunakan Madhhab Imam Maliki dan Madhhab Imam Syafi’i dalam menjelaskan kafā’ah?
Untuk menjawab kedua rumusan masalah tersebut, penulis menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan). Sumber data primernya yaitu data yang diperoleh dari buku terjemah al-Muwatta dan terjemah al-umm yakni buku terjemah dari kitab karangan Imam Maliki dan Imam Syafi’i, adapaun data sekundernya adalah buku atau kitab dari karya-karya lain dari pengikut Imam Maliki dan Imam Syafi’i yang menjelaskan pendapat mereka berdua.
Setelah melakukan analisa, penulis dapat menyimpulkan bahwa hal-hal yang dijadikan tolak ukur oleh Madhhab Imam Maliki dalam menentukan kafā’ah adalah hanya melihat dari segi kesamaan dalam hal agama dan kemerdekaan saja, berbeda dengan Madhhab Imam Syafi’i yang menambahkan beberapa hal selain agama dan kemerdekaan, seperti harus setara dalam hal pekerjaan dan juga harus setara dalam hal nasab atau keturunan. Selanjutnya analisa terkait metode Istinbath hukum yang digunakan dalam menentukan kafā’ah pada Madhhab Imam Maliki adalah menggunakan dalil Al-Qur’an dan Hadits. Berbeda dengan Madhhab Imam Syafi’i selain menggunakan Al-Qur’an dan Hadits Madhhab Syafi’i juga menggunakan Qiyas.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Udin Safala
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 02 Jun 2021 05:37
Last Modified: 02 Jun 2021 05:37
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/14673

Actions (login required)

View Item View Item