Kedudukan Anak Angkat Dalam Pembagian Warisan Menurut Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Panjeng Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo)

Wulandari, Nita (2021) Kedudukan Anak Angkat Dalam Pembagian Warisan Menurut Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Panjeng Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
NASKAH_NITA WULANDARI.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Wulandari,Nita.2021. Kedudukan Anak Angkat Dalam Pembagian Perspektif Kompilasi Hukum Islam(Studi Kasus di Desa Panjeng Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Ahmad Syakirin, S.H.,M.H.
Kata Kunci/keywod : Anak Angkat, Wasiat Wajibah, Waris.
Wasiat wajibah adalah Suatu wasiat yang diperuntukkan kepada ahli waris atau kerabat yang tidak memperoleh harta warisan dari yang wafat, karena adanya suatu halangan syara’. Lokasi penelitian berada di Desa Panjeng Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Di desa ini pembagian warisan terhadap anak angkat belum sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam yaitu sebesar 1/3 dari harta peninggalan. Dari gambaran di atas peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam terkait pembagian warisan yang ada di desa tersebut.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana tinjauan Kompilasi Hukum Islam terhadap pembagian warisan anak angkat di Desa Panjeng Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo?(2) Bagaimana tinjuan Kompilasi Hukum Islam terhadap pola penyelesaian sengketa waris anak angkat di Desa Panjeng Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo?
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan teknik pembilan data melalui wawancara,observasi dan dokumentasi, pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa praktik pembagian warisan di Desa Panjeng sudah sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam pada pasal 195 ayat (2) yaitu anak angkat dapat memperoleh lebih dari 1/3 dari harta peninggalan orang tua angkatnya, jika semua ahli waris menyetujuinya. Sedangkan di Desa Panjeng pola penyelesaian sengketa waris sudah sesuai dengan Kompilasi Hukum Islam, dikarenakan ahli waris sudah menyetujui ketika Anak Angkat mendapat bagian lebih dari sepertiga dari Harta Peninggalan sesuai dengan pasal 195 ayat (2).

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ahmad Syakirin
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 31 May 2021 08:17
Last Modified: 31 May 2021 08:17
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/14368

Actions (login required)

View Item View Item