Konsep Kesetaraan Perempuan Dalam Keluarga (Studi Pemikiran Syekh Nawawi bin Umar Al-Bantani dalam Kitab ‘Uqūd al-lujayn Perspektif Gender dan UU No 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan)

Widiyarti, Widiyarti (2021) Konsep Kesetaraan Perempuan Dalam Keluarga (Studi Pemikiran Syekh Nawawi bin Umar Al-Bantani dalam Kitab ‘Uqūd al-lujayn Perspektif Gender dan UU No 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
210117174_Widiyarti_Hukum Keluarga Islam .pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Widiyarti, 2021. Konsep Kesetaraan Perempuan Dalam Keluarga (Studi Pemikiran Syekh Nawawi Bin Umar Al-Bantani Dalam Kitab ‘Uqūd al-lujayn Perspektif Gender dan UU No. 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Hj. Rohmah Maulidia, M. Ag.
Kata kunci/keyword: Kesetaraan Perempuan dalam Kelarga, Kitab ‘Uqūd al-lujayn
Kesetaraan adalah suatu kondisi dimana porsi dan siklus sosial antara laki-laki dan perempuan setara, seimbang, dan harmonis. Posisi perempuan sebagai istri adalah setara dengan suami, keduanya berhak mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan, baik biologis maupun batiniah. Kitab ‘Uqūd al-lujayn adalah salah satu kitab karangan Syekh Nawawi bin Umar Al-Bantani, seorang ulama Indonesia dari Banten yang merupakan pengarang produktif sekitar abad ke-19 Masehi yang sampai akhir hayatnya beliau bermukim di Makkah. Kitab ‘Uqūd al-lujayn berisi tentang hak dan kewajiban suami istri dalam berumah tangga. Kitab ini terdiri dari empat bab yang masing-masing bab membahas kewajiban suami terhadap istri, kewajiban istri terhadap suami, keutamaan sholat di rumah bagi perempuan dan larangan melihat lawan jenis.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana pemikiran Syekh Nawawi bin Umar Al-Bantani dalam Kitab ‘Uqūd al-lujayn tentang kesetaraan perempuan dalam keluarga perspektif gender? (2) Bagaimana dasar pemikiran Syekh Nawawi bin Umar Al-Bantani dalam Kitab ‘Uqūd al-lujayn tentang kesetaraan perempuan dalam keluarga ditinjau dari UU No. 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan?
Adapun jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan penelitian pustaka (library research) karena penulis menggunakan buku dan kitab sebagai sumber data. Kemudian hasilnya dianalisa menggunakan metode deduktif yaitu pembahasan yang diawali dengan mengemukakan dalil-dalil, teori-teori atau ketentuan yang bersifat umum dan selanjutnya dikemukakan kenyataan yang bersifat khusus.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : Pemikiran Syekh Nawawi bin Umar Al-Bantani dalam Kitab ‘Uqūd al-lujayn apabila dilihat dari kacamata gender tidak sesuai karena banyak dari argumen beliau yang mendiskriminasi peran dan kedudukan perempuan dalam keluarga. Dasar pemikiran beliau adalah bersumber dari pendapat-pendapat para ulama yang berada dalam beberapa kitab, selanjutnya beliau menambahkan hikayat cerita masa lalu untuk memperkuat argumennya. Dalam beberapa ḥadīth yang disebutkan dalam kitab ‘Uqūd al-lujayn ini banyak terdapat ḥadīth yang terkesan merendahkan perempuan seperti ḥadīth yang menyatakan bahwa “Tidaklah seorang istri keluar dari rumah suaminya yang tanpa izin, kecuali dilaknati oleh segala sesuatu yang terkena sinar matahari, bahkan ikan-ikan yang ada di laut”.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Rohmah Maulidia
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 25 May 2021 01:45
Last Modified: 25 May 2021 01:45
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/13795

Actions (login required)

View Item View Item