SUNNAH SEBAGAI ALASAN PERMOHONAN POLIGAMI ( Studi Kasus Nomor 1142/Pdt.G/2019/PA.Po)

Santiwi, Zunita (2020) SUNNAH SEBAGAI ALASAN PERMOHONAN POLIGAMI ( Studi Kasus Nomor 1142/Pdt.G/2019/PA.Po). Masters thesis, IAIN PONOROGO.

[img] Text
uploud-dikonversi.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Zunita Santiwi.2020. “Sunnah Sebagai Alasan Permohonan Poligami ( Studi Kasus Nomor 1142/Pdt.G/2019/Pa.Po. Tesis. Program Studi Ahwal Syakhshiyyah Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing Dr. Abid Rohmanu, M.H.I

Kata Kunci: Poligami, Sunnah Nabi

Poligami merupakan salah satu bentuk perkawinan yang sering diperbincangkan karena mengundang banyak permasalahan yang kontroversial baik dikalangan masyarakat maupun dikalangan Ulama’. Ajaran dan praktek poligami selalu dikaitkan dengan sejarah poligami yang Rasulullah lakukan, baik oleh kalangan yang menerima maupun yang menolak. Poligami, oleh sebagian masyarakat dianggap sebagai sunnah Nabi sehingga banyak yang melakukannya dengan alasan ini. Bahkan ada salah satu kasus poligami yang diajukan di Pengadilan Agama Ponorogo dengan alasan Sunnah Nabi tersebut. Untuk itu penulis mengkajinya lebih dalam kedalam sebuah Tesis.
Adapun pokok permasalahannya sebagai berikut: 1. Bagaimana pengetahuan pelaku terhadap poligami? 2. Bagaimana pertimbangan hakim terhadap poligami karena alasan sunnah Nabi?
Penelitian yang digunakan dalam tesis ini merupakan penelitian lapangan,yang merupakan suatu penelitian dengan mendatangi langsung tempat kejadian perkara untuk memperoleh data-data penelitian yang real dan akurat yaitu penelitian di Desa Maguwan dan Pengadilan Agama Ponorogo. Sedangkan pendekatan yang penulis gunakan ialah pendekatan fenomenologi dan pendekatan interpretasi hukum. Dan untuk mengumpulkan data, metode yang penulis gunakan ialah dengan cara wawancara dan dokumentasi, sedangkan untuk analisa yang penulis gunakan yaitu dengan Collection (Pengumpulan Data), Data Reduction (Reduksi data), Data Display (penyajian data) yaitu putusan nomor 1142/Pdt.G/2019/PA.Po dan pertimbangan hukum oleh hakim, penuturan pelaku, dan kemudian dilakukanconclusion (kesimpulan).
Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, dalam hal pandangan pelaku, dilihat dari segi teori sosiologi pengetahuan praktik poligami merupakan bentuk akumulasi dari pengalaman sosio-intelektual pelaku dari suatu organisasi yang diikutinya. Sehingga menurut pengetahuan pelaku, poligami sebagai bentuk pengejawantahan dari sunnah Nabi. Poligami merupakan jalan dakwah, dan untuk memperbanyak umat Nabi Muhammad. Itulah sebabnya pelaku melakukan poligami dengan alasan sunnah. Sedangkan pertimbangan hukum oleh hakim apabila dilihat dari teori interpretasi teleologis dalam perkara ini ialah hakim tetap memutus perkara dengan menafsirkan sunnah Nabi tersebut dengan mengacu kepada formulasi norma hukum yang berlaku serta mempertimbangkan sebab akibat yang akan terjadi apabila suatu perkara tersebut jika tidak dikabulkan. Meskipun sunnah Nabi tidak diatur dalam undang-undang hakim menggunakan pedoman lain yaitu kaidah fiqiyah didalam kitab al-Asbah an-Nadzair Juz 1 halaman 188.

Item Type: Thesis (Masters)
Thesis Supervisor: Abid Rohmanu
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Program Pascasarjana > Program Studi Magister al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 22 Dec 2020 01:29
Last Modified: 22 Dec 2020 01:29
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/12510

Actions (login required)

View Item View Item