analisis terhadap pendapat ulama ponorogo tentang gerhana bulan (studi komparatif ulama nu dan muhammadiyah tentang gerhana bulan penumbra)

Muna, Isnatun (2020) analisis terhadap pendapat ulama ponorogo tentang gerhana bulan (studi komparatif ulama nu dan muhammadiyah tentang gerhana bulan penumbra). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
Muna Isnatun (2020) Analisis Terhadap Pendapat Ulama Ponorogo Tentang Gerhana Bulan (Study Komparatif Ulama NU dan Muhammadiyah Tentang Gerhana Bulan Penumbra). Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo..pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK

Muna, Isnatun. 2020, Analisis Ulama Ponorogo Tentang Gerhana Bulan (Study Komparatif Ulama NU dan Muhamadiyyah Tentang Gerhana Bulan Penumbra). Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Ahmad Junaidi, M.H.I

Kata Kunci : Gerhana Bulan Penumbra, Pendapat Tokoh.

Gerhana merupakan fenomena astronomis yang mendapatkan perhatian istimewa dalam agama Islam. Oleh karenanya ketika terjadi fenomena gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari ada syari’at untuk mendirikan salat gerhana. Sebagaian ulama fikih telah menjelaskan tentang hukum, ketentuan-ketentuan dan tata cara pelaksanaan salat gerhana bulan maupun matahari baik itu sebagian, total, dan cincin, namun para ulama tadi tidak menjelaskan bagaimana hukumnya jika yang terjadi adalah gerhana bulan penumbra. Secara astronomis, gerhana bulan penumbra tidak dapat diamati secara kasat mata, dalam hal ini yang membedakan dengan gerhana yang lainnya. Karena tidak adanya penjelasan tentang hukum salat gerhana secara detail, maka peran tokoh ilmu falak sangatlah penting untuk memberikan penjelasan dan keterangan tentang fenomena gerhana ini dan penerapan terhadap ibadah salat khusuf.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pendapat ulama NU dan Muhamadiyyah Ponorogo tentang hukum salat gerhana bulan penumbra? Dan Bagaimana istimbat hukum ulama Nu dan Muhammadiyah tentan gerhana bulan penumbra?
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research), berdasarkan data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber primernya adalah hasil wawancara dengan tokoh-tokoh ilmu falak untuk mengetahui bagaimana dari pendapat-pendapat mereka. Sumber sekundernya adalah data-data dari buku-buku yang berkaitan dengan gerhana bulan penumbra. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu mendeskripsikan pendapat tokoh ahli falak tentang gerhana bulan penumbra dan hukum pelaksanaan salat gerhana bulan.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gerhana bulan penumbra adalah gerhana falaky yaitu gerhana yang bisa dihisab atau dipredisksi namun tidak bisa di amati, oleh karena itu salat khusuf tidak disyari’atkan ketika gerhana bulan penumbra sedang terjadi, dan juga sebab dilaksanakannya salat khusuf adalah jika benda langit terjadi perubahan saat gerhana sedang terjadi atau berlangsung. Perubahan cahaya yang terjadi saat gerhana bulan penumbra terjadi tidak cukup untuk dijadikan sebab dilaksanakannya salat khusuf.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: AHMAD JUNAIDI
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 20 Oct 2020 07:13
Last Modified: 20 Oct 2020 07:13
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/10920

Actions (login required)

View Item View Item