Pendapat Ulama NU Ponorogo Mengenai Cadar Prespektif Safinat al-Najah

Fauziah, Siti Nursyifa' (2020) Pendapat Ulama NU Ponorogo Mengenai Cadar Prespektif Safinat al-Najah. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
SKRIPSI _SITI NURSYIFA' FAUZIAH _210114032.pdf

Download (1MB)

Abstract

Cadar adalah kain penutup muka atau sebagian wajah wanita, hanya matanya saja yang tampak, dalam bahasa Arabnya burqū‟. Cadar dalam Islam adalah jilbab yang tebal dan longgar, yang menutupi seluruh aurat termasuk wajah dan telapak tangan. Cadar biasa dikenakan oleh istri Rasulullah dan istri para sahabat.
Berangkat dari masalah di atas, maka penulis tertarik menjadikannya sebagai tugas akhir dengan rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1)Bagaimana pendapat ulama NU Ponorogo tentang konsep cadar prespektif Safinat al-Najah}? 2)Bagaimana pendapat ulama NU Ponorogo tentang hukum memakai cadar prespektif Safinat al-Najah}?.
Adapun jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan menggunakan metode induktif yaitu metode yang menekankan pada pengamatan dahulu, lalu menarik kesimpulan berdasarkan pengamatan tersebut.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan Pendapat ulama NU Ponorogo tentang konsep cadar tidak sama dengan konsep cadar dalam kitab Safinat al- Najah, dalam kitab Safinat al-Najah. Seorang wanita Muslimah harus wajib memakai cadar ketika bertemu dengan ajnabiyyah, sedangkan menurut NU
wanita Muslimah tidak harus memakai cadar baik ketika salat maupun ketika bertemu dengan ajnabiyyah. Pendapat ulama NU Ponorogo tentang hukum memakai cadar adalah mubah, boleh menggunakan ataupun tidak menggunakan ketika bertemu dengan ajnabiyyah namun tidak wajib menggunakan ketika s}alat. Sedangkan dalam kitab Safinat al-Najah} wanita Muslimah wajib menggunakan cadar ketika bertemu dengan ajnabiyyah. Ulama tidak mewajibkan memakai cadar karena ulama berpendapat bahwa dalam kitab Safinat adalah kitab matan yang belum dijabarkan. Maka ulama NU Ponorogo menjabarkan pendapatnya bahwa hukum memakai cadar itu mubah. Karena kitab tersebut hanya dijadikan salah satu pertimbangan saja oleh para ulama. Safinat hanya mengacu pada satu madhhab saja yakni madhhab Shafi’i, sementara NU dalam segi fiqh merujuk dalam empat madhhab yakni Shafi’i, Hanafii, Maliki, Hanbali Yang menyediakan pilihan-pilihan hukum berdasarkan maslahat.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Abdul Mun'im
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 19 Aug 2020 03:13
Last Modified: 19 Aug 2020 03:13
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/10799

Actions (login required)

View Item View Item