Upaya Guru Tahfidz Dalam Meningkatkan Kepribadian Qur’ani Bagi Penghafal Al-Qur'an Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan

Rosyidah, Didah (2020) Upaya Guru Tahfidz Dalam Meningkatkan Kepribadian Qur’ani Bagi Penghafal Al-Qur'an Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img]
Preview
Text
SKRIPSI DIDAH ROSYIDAH_210316253.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK
Rosyidah, Didah. 2020. Upaya Guru Tahfidz Dalam Meningkatkan Kepribadian Qur’ani Bagi
Penghafal Al-Qur’an Di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kecamatan Magetan,
Kabupaten Magetan.Skripsi.Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan
Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing: Dr. M.
Syafiq Humaisi, M.Pd.
Kata Kunci: Upaya Guru Tahfidz, Kepribadian Qur’ani
Kepribadian Qur’ani adalah kepribadian individu yang didapat setelah
mentransformasikan sifat-isi kandungan Al-Qur’an ke dalam dirinya untuk diinternalisasikan
dalam kehidupan nyata seperti jiwa taubat, jiwa takwa, jiwa ihsan dan jiwa positif. Akan tetapi
saat ini ke empat sifat tersebut belum dapat sepenuhnya direalisasikan oleh santri yang menghafal
di Pondok Pesantren Miftahul Ulum di lingkungan pondok maupun sekolah,
Berdasarkan permasalahan diatas penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:
(1)Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru tahfidz dalam meningkatkan kepribadian Qur’ani
bagi penghafal Al-Qur’an. (2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat dari upaya guru
tahfidz dalam meningkatkan kepribadian Qur’ani bagi penghafal Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Sedangkan instrumen kunci adalah peneliti itu sendiri. Data dianalisis dengan cara mereduksi data,
memaparkan data, dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) Upaya guru tahfidz dalam
mengembangkan kepribadian Qur’ani seperti jiwa taubat guru sebagai korektor dengan menasihati
siswa yang melakukan kesalahan atau pelanggaran dalam kegiatan atau perbuatannya, jiwa takwa
guru sebagai motivator dengan cara menyuruh siswa murajaah, melakukan sholat berjamaah dan
menjaga tingkah laku. tujuan dari murajaah adalah menjaga hafalannya, Jiwa ihsan guru sebagai
fasilitator dengan cara menyuruh santri melakukan kebiasaan baik berdasar Al-Qur’an. Memberi
dorongan santri untuk memiliki rasa peduli terhadap hafalan mereka, menjadi contoh dan panutan
bagi yang lainnya. Jiwa positif, guru sebagai organisator dengan mengarahkan kepada fikiran
santri, perbuatan dan segala tingkah laku santri untuk selalu berjiwa positif, mengajarkan mereka
dekat dengan Al-Qur’an, memanfaatkan setiap waktu untuk Al-Qur’an maka secara tidak langsung
akan muncul kepribadian Al-Qur’an. 2) adapun faktor pendukungnya adalah, prasarana pondok
seperti, mushola, ruang ngaji yang memadai dan sarana seperti meja, tikar dan Al-Qur’an.
Pembiasaan murajaah waktu luang sekaligus adanya absensi sholat dan setoran. Sedangkan faktor
penghambat adalah jumlah santri yang banyak tidak sebanding dengan guru tahfidz, selain itu
emosional santri yang tidak dapat diarahkan seluruhnya, dan pergaulan santri bebas ketika di
sekolah, ditambah organisasi yang ada disekolah dapat menyita waktu hafalan Qur’annya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: M. Syafiq Humaisi
Subjects: 13 EDUCATION > 1399 Other Education > 139999 Education not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Jurusan Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Miss Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 15 Jun 2020 01:20
Last Modified: 15 Jun 2020 01:20
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/10320

Actions (login required)

View Item View Item