Analisis Mas{lah{ah Terhadap Perubahan Batas Minimal Usia Perkawinan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan

Mahasin, Azhar Yushfi (2020) Analisis Mas{lah{ah Terhadap Perubahan Batas Minimal Usia Perkawinan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Undergraduate (S1) thesis, IAIN Ponorogo.

[img] Text
Ethesis-AZHAR YUSHFI MAHASIN.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Mahasin, Azhar Yushfi, 2020. Analisis Mas{lah{ah Perubahan Batas Minimal
Usia Perkawinan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun
2019 tentang Perkawinan. Skripsi. Jurusan Hukum Keluarga Islam
Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo.
Pembimbing Ika Rusdiana, M.A.
Kata kunci/keyword: Batas Minimal Usia Perkawinan, Kesehatan Reproduksi
Perempuan, Teori Mas{lah{ah.
Perubahan batas minimal usia perkawinan di Indonesia di dasari dengan
Putusan MK No. 22/PUU-XV/2017 dan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019
tentang Perkawinan. Ketentuan batas minimal usia perkawinan dari yang semula
19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita kini diubah menjadi 19 tahun baik
untuk pria maupun wanita. Perubahan tersebut dilakukan dengan pertimbangan
banyaknya dampak negatif yang timbul dari ketentuan batas minimal usia
perkawinan yang lama, dampak negatif tersebut diantaranya yaitu ketentuan yang
lama mengandung tindak diskriminasi karena perbedaan pemberlakuan hukum
antara pria dan wanita dan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya
perkawinan anak yang mengakibatkan komplikasi medis, keguguran dan kematian
pada bayi dan ibu. Berangkat dari hal tersebut peneliti berusaha menelusuri
mengapa perlunya dilakukan perubahan batas minimal usia perkawinan di
Indonesia.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana analisis
mas{lah{ah perubahan batas minimal usia perkawinan terhadap kesehatan
reproduksi perempuan? (2) Bagaimana analisis mas{lah{ah perubahan batas
minimal usia perkawinan terhadap pencapaian tujuan perkawinan?
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research),
dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisisi yang digunakan
menggunakan metode deduktif, yaitu mengambil kesimpulan dari hal yang umum
kepada suatu kesimpulan yang khusus. Teori yang digunakan untuk menganalisis
data adalah teori mas{lah{ah.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Ketentuan batas minimal
usia menikah 19 tahun untuk perempuan dari segi kesehatan reproduksi masih
belum sesuai dengan teori mas{lah{ah. Sebab pernikahan yang dilakukan oleh
perempuan di bawah usia 20 tahun masih menimbulkan banyak mudarat dari segi
kesehatan reproduksi, yaitu sangat rentan mengalami komplikasi medis,
keguguran dan meningkatkan risiko kematian ibu saat melahirkan sehingga
mas{lah{ah dalam hal pemeliharaan keturunan tidak dapat tercapai. (2) Perubahan
batas minimal usia perkawinan berdasarkan Undang-Undang No.16 Tahun 2019
terhadap pencapaian tujuan perkawinan sudah sesuai dengan teori mas{lah{ah.
Kajian ini jika dilihat dari segi tingkatannya termasuk dalam mas{lah{ah daru>riyah
karena telah mencakup beberapa unsur yang ditetapkan syara yaitu pemeliharan
jiwa dan akal. Kemudian jika dilihat dari segi kandungan mas{lah{ah, pokok kajian
ini masuk dalam mas{lah{ah a>mmah karena menyangkut kepentingan orang banyak,dan dari segi keberadaannya pokok kajian ini masuk dalam kategori mas{lah{ah
mursalah, yaitu sesuatu yang dianggap maslahat namun tidak ada ketegasan hukum
untuk mewujudkannya dan tidak ada dalil tertentu baik yang menerima ataupun
menolaknya.

Item Type: Thesis (Undergraduate (S1))
Thesis Supervisor: Ika Rusdiana
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Jurusan al-Ahwal al-Syakhshiyyah
Depositing User: Mr Perpustakaan IAIN Ponorogo
Date Deposited: 10 Jun 2020 02:06
Last Modified: 10 Jun 2020 02:06
URI: http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/10104

Actions (login required)

View Item View Item